Pancasila dan Implementasinya
Untuk memenuhi salah satu tugas
matakuliah Pancasila
Yang dibina oleh Bapak Dr. H.
Sarbini, M. Ag
Oleh :
Assya Azzahra Albadri 1186000030
Boy Chandra 1186000044
Hanifa Adistia Syauqina 1186000091
Nahla Nurkholifah 1186000148
Sindy Sodika 1186000195
PROGRAM STUDI PSIKOLOGI
FAKULTAS PSIKOLOGI
UNIVERSITAS ISLAM
NEGERI SUNAN GUNUNG DJATI BANDUNG
2018
KATA PENGANTAR
Puji
syukur kehadhirat Allah SWT karena dengan rahmat hidayah-Nya kami dapat menyelesaikan
makalah ini dengan waktu yang tepat. Dalam kesempatan yang
bahagia ini kami menyampaikan ucapan terima kasih kepada Bapak Dr. H.
Sarbini, M.Ag, yang telah memberi kesempatan kepada kami untuk
membuat
makalah ini. Kami berharap agar makalah ini bermanfaat dan dapat menjadi salah satu acuan bagi kelompok
dan mahasiswa lain dalam memahami proses belajar
mengajar. Kami menyadari sepenuhnya bahwa makalah ini
masih banyak kekurangan.
Untuk itu mohon Bapak Ibu
dosen ataupun pengguna makalah ini baik mahasiswa atau lainnya
untuk bersedia menyampaikan masukan kepada kami demi
kesempurnaan makalah ini. Akhir permohonan maaf
dan sekaligus ucapan terimakasih kepada berbagai pihak
terutama para sahabat atas segala dukungan dan bantuan yang di
berikan dalam pembuatan makalah ini.
Bandung, 1 Oktober 2018
Penyusun
Kelompok 3
DAFTAR
ISI
BAB I. PENDAHULUAN
1.1
Latar Belakang Masalah
....................................................................... 1
1.2
Rumusan Masalah
................................................................................
1
1.3
Tujuan ..................................................................................................
1
BAB II PEMBAHASAN
2.1 Pengertian Implementasi ......................................................................
2
2.2 Nilai .....................................................................................................
2
1.
Pengertian
Nilai
2.
Macam-macam
Nilai
3.
Fungsi Nilai
4.
Nilai-nilai
Pancasila
2.3 Implementasi Nilai-nilai Pancasila
....................................................... 4
2.4 Fungsi dan Kedudukan Nilai Pancasila
................................................ 7
BAB III PENUTUP
3.1 Kesimpulan
.........................................................................................
8
3.2 Saran
..................................................................................................
8
DAFTAR PUSTAKA
BAB I
PENDAHULUAN
1.1 Latar
Belakang Masalah
Pada saat ini penerapan
Pancasila khususnya di lingkungan sekitar terutama didaerah pelosok mengalami
degradasi. Mahasiswa sekarang cenderung lebih condong pada kehidupan hedonisme.
Ini menjadi bukti bahwa penerapan nilai- nilai Pancasila belum mereka terapkan
di kehidupan mereka.
Mahasiswa sebagai moral
force (kekuatan moral yang utama) seharusnya bukan hanya menjadikan nilai-
nilai Pancasila sebagai teori yang hanya didengarkan. Namun juga harus
dipraktikkan dalam kehidupan berbangsa dan bernegara juga dalam kehidupan di
lingkungan kampus untuk mendukung tugas pokok kampus. Oleh karena itu, perlu adanya
implementasi nilai- nilai Pancasila dalam Pembangunan moral force di
Lingkungan.
1.2
Rumusan
Masalah
Berdasarkan uraian di atas
maka dalam makalah ini kami akan membahas tentang bagaimana Implementasi nilai-
nilai Pancasila dalam pembangunan moral force di lingkungan. Selain itu,
penulis berusaha mencari titik terang baik dari masalah khusus dilingkungan
mahasiswa maupun dilingkungan masyarakat tentang pancasila. Diantaranya :
1. Kurangnya
kesadaran akan nilai-nilai moral pancasila
2. Kurangnya
kesadaran toleransi dalam kehidupan bermasyarakat.
3. Tingginya
kecurigaan masyarakat terhadap pemerintah.
1.3
Tujuan
Untuk mengetahui Implementasi nilai- nilai Pancasila dalam pembangunan moral force di
lingkungan. Selain itu, untuk mengetahui nilai-nilai pancasila terutama
didaerah pelosok yang masih awam terhadap pancasila itu sendiri.
- Untuk
menumbuhkan kesadaran dalam mengaplikasikan nilai-nilai pancasila.
- Untuk
menumbuhkan kesadaran akan pentingnya toleransi di dalam kehidupan
sehari-hari.
- Untuk
menumbuhkan rasa saling percaya antara pemerintah dengan masyarakat.
BAB II
PEMBAHASAN
IMPLEMENTASI
NILAI- NILAI PANCASILA SEBAGAI PEMBANGUNAN MORAL DALAM LINGKUNGAN
2.1 Pengertian Implementasi
2.1 Pengertian Implementasi
Secara sederhana implementasi
bisa diartikan pelaksanaan atau penerapan. Adapun implementasi dalam Kamus
Besar Bahasa Indonesia diartikan sebagai pelaksanaan atau penerapan.
2.2
Nilai
1.
Pengertian
Nilai
Nilai
adalah gagasan yang bersifat ideal dan disepakati bersama mengenai apa yang
masyarakat anggap baik, benar, berharga dan diinginkan. Nilai dijadikan suatu
hal yang melekat di dalam masyarakat secara turun- temurun, serta dianggap
sebagai kebaikan dan kebenaran itu sendiri. Nilai merupakan sesuatu yang baik,
yang diinginkan, dicita – citakan dan dianggap penting oleh warga masyarakat.
Setiap masyarakat akan menjunjung tinggi nilai yang berlaku dan telah
disepakati bersama dan nilai terwujud dalam kebudayaan yang dimiliki oleh
masyarakat tertentu.
a. Ciri-ciri
nilai :
1. Nilai
merupakan konstruksi masyarakat yang tercipta melalui saling interaksi diantara para anggota masyarakat.
Nilai tercipta secara sosial bukan secara biologis atau bawaan sejak lahir.
2. Nilai
dipelajari. Proses belajar dan pencapaiaan nilai- nilai dimulai sejak masa
kanak- kanak dalam keluarga sosialisasi.
3. Nilai
memuaskan manusia dan mengambil bagian dalam usaha pemenuhan kebutuhan–
kebutuhan sosial .
4. Sistem–
sistem nilai bervariasi antara kebudayaan yang satu dengan yang lain, sesuai
dengan harga relatif yang diperlihatkan oleh setiap kebudayaan terhadap pola-
pola aktivitas dan tujuboan serta
sasarannya. Dengan kata lain keanekaragaman budaya dengan bentuk dan fungsi
yang saling berbeda, menghasilkan sistem- sistem nilai yang saling berbeda .
5. Masing-
masing nilai dapat mempunyai efek yang berbeda terhadap orang perorangan dan
masyarakat sebagai keseluruhan
6. Nilai-
nilai dapat mempengaruhi pengembangan pribadi dalam masyarakat secara positif
maupun secara negatif .
2.
Macam-macam
Nilai:
Nilai dibagi dalam tiga kelompok yaitu :
Nilai dibagi dalam tiga kelompok yaitu :
1. Nilai
materiil, yaitu nilai yang dilihat dari hasil guna dari sesuatu seperti benda
bagi manusia.
2. Nilai
vital, yaitu sesuatu yang berguna bagi manusia, untuk kegiatan aktivitasnya.
3. Nilai
kerohanian, yaitu segala yang bernilai bagi rohani manusia dan mengandung
kebenaran, keindahan, moral dan religius.
· Adapun macam– macam nilai antara lain:
1. Nilai-
nilai ekonomis (economic values). Nilai– nilai ini ditunjukkan dengan harga
pasar dan meliputi juga semua
benda–benda yang dapat dibeli. Nilai–nilai ekonomi ini merupakan nilai
instrumental yang dipakai sebagai sarana untuk memperoleh nilai-nilai lain.
2. Nilai-
nilai rekreasi (value of recreation). Nilai- nilai ini melipuit nilai- nilai
permainan dan waktu senggang sejauh nilai- nilai tersebut memberikan sumbangan
untuk memperkaya kehidupan.
3. Nilai–
nilai perserikatan (values of association). Ini meliputi pelbagai bentuk
perserikatan manusia, dari persahabatan kehidupan keluarga sampai dengan
hubungan tingkat internasional.
4. Nilai-
nilai kejasmanian (values of body). Nilai- nilai ini meliputi hal- hal yang
bersangkutan dengan pemeliharaan kesehatan, effisiensi dan keindahan dari
kehidupan jasmani .
5. Nilai-
nilai intelektual (intelectual values), yang meliputi nilai- nilai pengetahuan
dan pencarian kebenaran.
6. Nilai-
nilai watak (character values). Nilai- nilai ini meliputi seluruh tantangan dan
kesalehan pribadi dan sosial termasuk keadilan, kesediaan menolong, kontrol
diri dan kesukaan pada kebenaran .
3.
Fungsi
Nilai:
Nilai berfungsi sebagai
penuntun arah dan tujuan hidup serta sebagai pedoman bertingkah laku seseorang
dalam bertindak dalam kehidupan sehari-hari baik dalam kepribadiannya, dalam
lingkungan masyarakat, berbangsa dan bernegara agar tercipta kebaikan dalam
harkat dan martabat. (Srijanti,
Pendidikan Kewarganegaraan Di Perguruan Tinggi. Salemba empat. Jakarta. 2006)
4.
Nilai-nilai
Pancasila
a. Pengertian
Nilai-nilai Pancasila
Pancasila mengandung nilai-nilai yang penting
dan berguna bagi keberlangsungan hidup bangsa dan Negara Indonesia. Nilai-nilai
tersebut merupakan dasar negara, sistem keyakinan yang berisi konsep dan
prinsip yang dianut bangsa Indonesia sebagai landasan hidup berbangsa dan
bernegara. Sehingga nilai-nilai tersebut semestinya menjadi rujukan bersama
bangsa Indonesia dalam penyelenggaraan Negara, memelihara keutuhan bangsa dan
melakukan perbaikan nasib bangsa.
Pancasila mengandung serangkaian nilai yaitu
ketuhanan, kemanusiaan, persatuan, kerakyatan dan keadilan. Sila- sila dalam
Pancasila tidak dapat dipisahkan. Kelima nilai Pancasila tersebut merupakan
suatu kesatuan yang utuh, dan saling menjiwai serta mendasari antar kelima
nilai tersebut.
2.3
Implementasi
Nilai-nilai Pancasila
1) Ketuhanan Yang Maha Esa
1) Ketuhanan Yang Maha Esa
Merupakan pengakuan dan keyakinan bangsa
terhadap adanya Tuhan Yang Maha Esa sebagai pencipta alam semesta, seperti:
1. Percaya
dan taqwa kepada Tuhan Yang Maha Esa sesuai dengan agama dan kepercayaannya
masing-masing.
2. Hormat
dan menghormati serta bekerjasama antara pemeluk agama dan penganut-penganut
kepercayaan yang berbeda-beda sehingga terbina kerukunan hidup.
3. Saling menghormati kebebasan menjalankan
ibadah sesuai dengan agama dan kepercayaan masing-masing.
4. Tidak
memaksakan suatu agama atau kepercayaannya kepada orang lain.
2) Kemanusiaan
Yang Adil dan Beradab
Merupakan kesadaran sikap dan perilaku seperti:
1. Mengakui
persamaan derajat, persamaan hak dan persamaan kewajiban
2. Saling
mencintai sesama manusia.
3. Mengembangkan
sikap tenggang rasa.
4. Tidak
semena-mena terhadap orang lain.
5. Menjunjung
tinggi nilai kemanusiaan.
6. Berani
membela kebenaran dan keadilan.
3) Persatuan
Indonesia
Merupakan usaha kearah bersatu dalam kedaulatan
rakyat untuk membina rasa nasionalisme, persatuan dan kesatuan serta bhineka
tunggal ika dalam NKRI, seperti:
1. Menjaga
Persatuan dan Kesatuan Negara Kesatuan Republik Indonesia.
2. Rela
berkorban demi bangsa dan negara.
3. Cinta
akan Tanah Air.
4. Berbangga
sebagai bagian dari Indonesia.
5. Memajukan
pergaulan demi persatuan dan kesatuan bangsa yang ber- Bhinneka Tunggal Ika.
4) Kerakyatan
yang Dipimpin oleh Hikmat Kebijaksanaan dalam
Permusyawaratan/ Perwakilan
Merupakan perwujudan negara yang demokrasi,
suatu pemerintahan dari, oleh dan untuk rakyat, seperti:
1. Mengutamakan
kepentingan negara dan masyarakat.
2. Tidak memaksakan
kehendak kepada orang lain.
3. Mengutamakan
budaya rembug atau musyawarah dalam mengambil
keputusan bersama.
4. Berembug
atau bermusyawarah sampai mencapai konsensus atau kata mufakat diliputi dengan semangat
kekeluargaan.
5) Keadilan
Sosial Bagi Seluruh Rakyat Indonesia
Sebagai dasar sekaligus tujuan, yaitu agar
tercapainya masyarakat Indonesia yang adil dan makmur secara lahiriah dan
batiniah, seperti:
1. Bersikap
adil terhadap sesama.
2. Menghormati
hak-hak orang lain.
3. Menolong
sesama.
4. Menghargai
orang lain.
5. Melakukan
pekerjaan yang berguna bagi kepentingan umum dan bersama.
• Rumusan pancasila yang
bersifat Hierarkis dan Berbentuk Piramidal
1. Sila
pertama:
Ketuhanan yang Maha Esa adalah meliputi dan
menjiwai sila-sila kemanusiaan yang
adil dan beradab, persatuan Indonesia. kerakyatan yang dipimpin oleh hikmat
kebijaksanaan dalam permusyawaratan/perwakilan serta keadilan sosial bagi
seluruh rakyat indonesia.
2. Sila
kedua:
Kemanusiaan yang adil dan beradab adalah
diliputi dan dijiwai oleh sila Ketuhanan yang Maha Esa, meliputi dan menjiwai
sila persatuan Indonesia, kerakyatan yang dipimpin oleh Hikmat kebijaksanaan
dalam permusyawaratan/perwakilan, serta keadilan sosial bagi seluruh rakyat
Indonesia.
3. Sila
Ketiga:
persatuan indonesia adalah diliputi dan dijiwai
sila Ketuhanan yang Maha Esa, Kemanusiaan yang adil dan beradab, meliputi dan
menjiwai sila kerakyatan yang dipimpin oleh hikmat kebijaksanaan dalam
permusyawaratan/perwakilan serta keadilan sosial bagi seluruh rakyat indonesia.
4. Sila
Keempat:
Kerakyatan yang dipimpin oleh hikmat
kebijaksanaan dalam permusyawaratan/ perwakilan adalah diliputi
dan dijiwai oleh sila-sila Ketuhanan yang Maha Esa, kemanusiaan yang adil dan
beradab, persatuan Indonesia, serta meliputi dan menjiwai sila keadilan sosial
bagi seluruh rakyat Indonesia.
5. Sila
Kelima:
Keadilan sosial bagi seluruh rakyat Indonesia
adalah diliputi dan dijiwai oleh sila-sila ketuhanan yang maha esa, kemanusiaan
yang adil dan beradab, persatuan Indonesia, kerakyatan yang dipimpin oleh
hikmat kebijaksanaan dalam permusyawaratan/perwakilan, serta keadilan sosial
bagi seluruh rakyat Indonesia. (PROF.
DR. KAELAN, M.S. Pendidikan Pancasila. Yogyakarta. Paradigma Jogja. 2010).
2.4
FUNGSI
DAN KEDUDUKAN NILAI PANCASILA
a) Nilai-
Nilai Pancasila Sebagai Unsur Kepribadian Bangsa Indonesia
Nilai- nilai yang terkandung dalam Pancasila
memiliki sifat- sifat atau ciri- ciri khusus dan merupakan watak bangsa karena
unsur- unsur Pancasila telah dimiliki oleh bangsa Indonesia dan terdapat di
dalam kebudayaan bangsa Indonesia. Nilai- nilai Pancasila sesungguhnya
merupakan nilai-nilai yang sesuai dengan hati nurani bangsa Indonesia, karena
bersumber pada kepribadian bangsa.
b) Nilai-
Nilai Pancasila Sebagai Dasar dan Pedoman Bangsa
Nilai- nilai Pancasila sebagai pandangan hidup
bangsa, dasar negara dan jiwa kepribadian bangsa Indonesia. Kelima nilai- nilai
Pancasila merupakan fondasi atau landasan tempat bertumpu bagi segala kegiatan
baik pemerintahan maupun kemasyarakatan yang terjadi. Oleh karena itu nilai-
nilai Pancasila juga berfungsi sebagai pedoman atau pegangan untuk menggerakkan
dan mengarahkan bangsa Indonesia mencapai tujuannya.
BAB III
PENUTUP
3.1
KESIMPULAN
Untuk menerapakan nilai– nilai Pancasila sebagai moral di
lingkungan selain dengan mendapatkan materi pendidikan Pancasila di lingkungan,
mahasiswa sebagai moral force (kekuatan moral utama) dalam kehidupan
berbangsa dan bernegara dianjurkan untuk mengikuti kegiatan-kegiatan yang
bersifat positif dan mengandung pelaksanaan nilai-nilai Pancasila. Seperti
mengikuti organisasi– organisasi, melaksanakan shalat berjamaah, membiasakan
budaya untuk bermusyawarah agar mencapai kesepakatan bersama dan tercipata rasa
keadilan, menjauhi kehidupan hedonisme dan harus membiasakan menerapkan
nilai-nilai Pancasila di kehidupan sehari-hari. Mematuhi peraturan yang sudah
ditetapkan dan menyikapi suatu permasalahan dengan bijak. Serta untuk mendorong
mahasiswa melaksankan nilai-nilai Pancasila, semua pihak juga harus menerapkan
nilai-nilai Pancasila dalam kehidupan sehari –hari.
3.2 SARAN
1. Untuk
mahasiswa:
Selain menerapkan nilai-
nilai Pancasila dengan kegiatan- kegiatan di dalam kampus mahasiswa juga harus
bisa menerapkan nilai- nilai Pancasila dalam kehidupan berbangsa dan bernegara.
Peran mahasiswa sebagai moral force seharusnya dilakukan dengan baik.
Mahasiswa sebagai kaum dengan intelektual yang lebih tinggi daripada masyarakat
pada umumnya seharusnya lebih kritis terhadap masalah- masalah nasional karena
fungsinya sebagai pengontrol pemerintahan.
2. Untuk
masyarakat:
Masyarakat seharusnya lebih
mendukung kegiatan- kegiatan mahasiswa dalam fungsinya sebagai moral force.
Karena sebenarnya masyarakat lebih dominan dalam pelaksanaan kebijakan
pemerintah.
3. Untuk
pemerintah:
Seharusnya pemerintah juga
harus senantiasa menjalin hubungan dan kerja sama dengan menerima aspirasi
rakyat khususnya mahasiswa sebagai moral force bangsa.
DAFTAR PUSTAKA
Srijanti,
Pendidikan Kewarganegaraan Di Perguruan Tinggi. Salemba empat. Jakarta. 2006
PROF.
DR. KAELAN, M.S. Pendidikan Pancasila. Yogyakarta. Paradigma Jogja. 2010.
satuduniadalamilmu.blogspot.com
Diposkan oleh Sarwendah Noor Aishah di 1/25/2013
Admin.
2011. Makalah PPKN Mantap. Diakses online pada tanggal 2 oktober 2018.
Ekamisdi.
____. Pancasila sebagai Dasar Negara dan Ideologi Nasional. Diakses online pada
tanggal 2 oktober 2018.
Anonymous.
2007. Bagaimana Melaksanakan Pancasila sebagai Dasar Negara Melalui Paradigma
Fungsional. Diakses online pada tanggal 2 oktober 2018.
http://www.setneg.go.id/index2.php?option=com_content&do_pdf=1&id=520
http://www.setneg.go.id/index2.php?option=com_content&do_pdf=1&id=520

0 Response to "Pancasila dan Implementasinya | Pancasila"
Post a Comment