v Tujuan : agar
bisa dipahami oleh masyarakat ilmiah.
v Macam Standard
Penulisan Ilmiah : APA, Chicag, MLA /
Harvard Style
v Sejarah : APA Style disusun pada 1929 oleh para
psikolog, antropolog dan manajer bisnis dalam rangka ubtuk mempermudah
komunikasi ilmiah.
Dalam
Publication Manual of the American
Psychological Association dijelaskan struktur dan isi tulisan ilmiah,
bagaimana menulis karya ilmiah dengan jelas dan cocise, tata tulis, cara menyajikan hasil penelitian, cara
melakukan pengutipan dan proses publikasi ilmiah.
A.
Format
Tulisan Ilmiah
Margin : 1 inci atau 2.54 cm (kanan kiri atas
bawah) Margin kiri dijustifikasi sedangkan margin kanan tidak dijustifikasi.
Spacing :
dua spasi.
Indentati : 5 -7 ketuk atau 0.5 inci (kecuali
abstrak, kutipan langsung, judul, nama, keterangan tabel dan gambar).
Font :
Times New Roman, Arial / Courir (sans-serif untuk ket. gambar)
Size :
12 point.
B.
Judul
dan Subjudul
Tujuan membatu
pembaca memahamni ide utama dan alur berpikir penulis sekurang-kurangnya
terdapat dua subjudul. Jika tidak ditiadakan saja subjudul.
Dalam APA Style paling tidak terdapat lima
level judul. Penulisan suatu judul dengan level berbeda harus ditulis berbeda
dan suatu judul dengan level yang sama ditulis dengan cara yang sama. Berikut
aturam penulisan judul dlm KTI:
1.
Judul
level pertma ditulis ditengah, ditebalkan, huruf pertama pada setiap katanya
huruf kapital, selanjutnya dengan huruf kecil. Paragraf selanjutnya ditulis
dibawahnya.
2.
Judul
kedua ditulis rata kiri, ditebalkan tanpa diakhiri dengan tanda titik, huruf
pertama pada setiap katanya menggunakan huruf kapital, selanjutnya ditulis
dengan huruf kecil. Paragraf berikutnya ditulis dibawahnya dan diberi inden.
3.
Judul
level ketiga ditulis rata kiri, ditebalkan, diberi inden, huruf pertama pada
kata pertama menggunakan huruf kapital dan selebihnya menggunakan huruf kecil
dan diuakhiri dengan tanda titik. Paragraf selanjutnya ditulis sejajar
setelahnya.
4.
Judul
level keempat ditulis rata kiri, ditebalkan, dimiringkan, diberi inden, huruf
pertama pada kata pertama menggunakan huruf kapital. Selebihnya menggunakan
huruf kecil dan diakhiri dengan tanda titik, paragraf berikutnya ditulis
sejajar setelahnya.
5.
Judul
level kelima ditulis rata kiri, dimiringkan, diberi inden, huruf perama pada
kata pertama menggunakan huruf kapital dan selebihnya menggunakan huruf kecil
dan diakhiri dengan tanda titik. Paragraf berikutnya ditulis sejajar
setelahnya.
Jika salah satu
rincian atau lebih memiliki koma, maka sebeum tanda kurung gunakan tanda titik
koma atau semicolon (;) dan jika rincian tersebut bukan merupakan suatu kalimat
dan memiliki tanda titik dua atau colon (:), maka rincian pertamanya dimulai
dengan huruf kapital.
D.
Teknik
Penulisan Statistik
Penelitian
khususny penelitian kuantitatif seringkali berkaitan dengan statistik.
Tujuannya untuk melakukan pengembangan instument penelitian atau untuk
melakukan pengujian hipotesis. Didalam menuliskan laporan statistik, kita harus
menjelaskan paket software yang digunakan dan teknik statistik yang dipakai
beserta alasannya mengapa teknik statistik itu digunakan. Hasil analisi
statistik harus dicantumkan beserta bagaimana cara untuk memerolehnya agar
dapat dievaluasi sejauh mana keshahihannya.
Informasi
statistik bisa dituliskan dalam benuk tek, grafik ataupun gambar jika informasi
<3 sebaiknya menggunakan kalimat dalam menjeaskannya; jika terdiri >3-20
angka sebaiknya menggunakan tabel; dan jika >20 sebaiknya menggunakan
grafik. Jadi, bagaimana informasi statistik tersebut disampaikan harus
mempertimbangkan kompleksitas data yang akan disajikan.
Penulisan simbol :
1.
Simbol
kolerasi untuk statistik populasi adalah p,
sedangkan untuk statistik sampel adalah r.
2.
Sebagian
simbol harus diketik miring seperti t dan F
3.
Jumlah
total sampel ditandai dengan huruf N sedangkan
jumlah dari sebagian sampel ditulis dengan n.
4.
Presentase
ditulis dengan huruf jika tidak diikuti dengan angka dan dituliskan dengan
simbol jika diikuti dengan angka.
5.
Penulisan
rumus yang sederhana jika bisa ditulis menyatu dengan teks, sedangkan rumus
yang kompleks bisa ditulis atau diatas.
6.
Penulisan
referensi dari statistik yang dipakai tidak selalu diperlukan, hanya
ditampilkan jika statistik yang dipakai tidak bisa digunakan atau digunakan
dengan cara yang tidak biasa atau statistik tersebut yang menjadi fokus
perhatian.
Level of probability, menunjuk pada
sejauh mana perubahan pada variabel dependen disebabkan oleh variabel
independen, bukan karena kebetulan. Jenis2nya ada alpha level dan probability
level.
alpha level adalah batas
toleransi kemungkinan terjadinya kesalahan penelitian(kesalahan tipe 1) yang
sebelumnya sudah ditentukan dalam ilmu sosial. Ditentukan oleh .05 dan .01). Sedangkan
dan probability level menunjuk pada
kemungkinan terjadinya kesalahan penelitian yang diperoleh secara empiik. Jika
dalam mengolah datanya dengan menggunakan software,
p
value secara otomatis dapat dilihat dari outputnya. Jika p valuenya .00, tidak boleh ditulis p =
.00, tapi ditulis p < .01.
Effect Size . selain melaporkan signifikan
statistik, kita harus melaporkan seberapa kuat pengaruh variabel independen
terhadap variabel dependen. Pernyataan yang menunjukan effect size disampaikan
setelah pernyataan mengenai signifikansi statistik.
E.
Teknik
Sitasi (Pengutipan)
Ilmu pengetahuan, termasuk psikologi,
berkembang secara akumulatif. Artinya, teori yang muncul belakangan sering kali
merupakan pengembangan dari teori2 sebelumnya. Oleh karena itu, seorang
peneliti biasanya merujuk dan mengutip teori atau pikiran dari peneliti2
sebelumnya.
Alasan kutipan
penting ada 2 menurut Burton (2005);
a.
Kutipan
mengakui sumber asli dari informasi yan ada dalam tulisan kita.
b.
Memberikan
informasi kepada pembaca jika hendak merujuk pada sumber aslinya.
Secara umum pengutipan karya orang lain
kedalam tulisan kita terbagi 2 kutipan langsung dan tidak langsung. Keduanya
harus mengakui dan menuliskan sumber aslinya. Mengutip secara lngsung berarti
tidak boleh mengubah apapun dari yang dikutip. Harus persis asli berbeda dengan
mengutip secara tidak langsung yang menuntut kita untuk menggunakan kata2 atau
kalimat sendiri yang idenya sesuai dengan apa yang dimaksud oleh penulis sumber
aslinya. Nah, kutipan langsung yang
ditulis dengan cara pengutipan tidak langsung juga bisa dikategorikan
plagiarisme.
Secara umum, menurut APA Style, teknik pengutipan menggunakan “author-date method” (Burton, 2010, h. 131); yaitu dengan menuliskan
nama belakang penulis dan tahun terbit yang diletakan didalam kalimat atau
diluar kalimat.
1.
Karya
ilmiah dengan seorang penulis ex. (Ulman, 1986)
2.
Karya
ilmiah dengan dua orang penulis ex. (Haidt & Bjorklund, 2008)
3.
Karya
ilmiah dengan 3 – 5 penulis ex. (menurut shweder, dkk (1997))
4.
Karya
ilmiah dengan 6 / > penulis ex. (sama seperti oint 3)
5.
Karya
tulis yang dtulis oleh beberapa penulis dengan nama belakang yang sama ex. (G.
S. Kowalski (2001), K. Kowalski (2003))
6.
Beberapa
karya tulis yang ditulis oleh penulis yang sma(hardy,2005, 2011)
7.
Dua
karya tulis atau lebih dalam satu tanda kurung (Haidt, ro;;er & Dias, 1933,
Horberg, Oveis, Keltner & Cohen, 2009)
8.
Karya
tulis tanpa tahun terbit(menulis “n.d” setelah nama belakang pnulis)
9.
Karya
tulis media online (hati2 bahasan sebelum keterpercayaan literatur)
10.
Komunikasi
personal (komunikasi personal, 23 maret 2014)
11.
Karya
tulis tanpa nama penulis ex. (nama organisasi dan tahun terbit)
F.
Kutipan
Langsung (kata2 persis seperti sumber aslinya)
Selain menuliskan nama belakang penulis
dan tahun terbitnya, kita juga harus menyertakan nomer hal. Dari sumber yang
dikutip diakhir kutipan. Penulisan nomor halaman dituliskan segera setelah
kata2 yang dikutip.
1.
Kutipan
langsung < 40 kata
2.
Kutipan
langsung > 40 kata
3.
Kutipan
langsung dari media online
4.
Kesalahan
pada tulisan yang dikutip
5.
Kutipan
dari sumber sekunder
G.
Teknik
penulisan referensi
Secara umum, daftar referensi ditempatkan
ditengah halaman tanpa digarisbawahi, dimiringkan atau ditebalkan. Semuanya
dibuat dua spasi dan antara satu referensi dengan lainnya tidak diberikan spasi
tambahan. Baris pertama dari suatu referensi ditulis tanpa inden dan baris
berikutnya diberi inden 5 – 7 ketukan atau satu bab.
1.
Jurnal
a.
Nama
penulis
b.
Tahun
terbit
c.
Judul
tulisan
d.
Nama
jurnal
e.
Nomor
volume
f.
Nomor
halaman
2.
Surat
kabar atau majalah
3.
Buku
4.
Chapter
dari buku editorial
5.
Ensiklopedia
atau kaus
6.
Skripsi,
tesis atau disertasi
7.
Media
elektronik
8.
Buku
elektronik
9.
Jurnal
elektronik
10.
Web
Site
H.
Teknik
penyajian tabel dan gambar
Tabel dan gambar bisa ditempatkan didalam atau
diluar tulisan (lampiran). Tidak boleh dipotong menjadi dua halaman.
1.
Penyajian
tabel
Tabel berfungsi
untuk melengkapi teks dan menyimpulkan data yang dianggap penting. Jadi, tabel
mengulang apa yang dituliskan dalam bentuk teks. Jika akan merujuk ke sebuah
tabel, kita cukup menyebutkan nomor tabelnya saja. Menulis “seperti pada tabel
diatas” sebaiknya tidak dilakukan.
2.
Penyajian
gambar
Kriteria
penyajian gambar yang baik :
-
Bersifat
menambahkan bukan menduplikasi teks
-
Menyajikan
fakta yang dianggap penting
-
Tidak
mengandung hal-hal yang dapat mengalihkan perhatian
-
Mudah
dibaca dan dipahami
-
Bentuk
konsisten dengan gambar lainnya
-
Serta
disajikan secara terencana (APA Style)
I.
Kesimpulan
APA
Style merupakan gaya penulisan karya ilmiah yang umum dipakai dikalangan
ilmuwan psikolog dan ilmu sosial lainnya. APA
Style mengatur bagaimana hasil suatu penelitian dilapokan dari mulai
format, struktur, pengutipan, spelling, tata bahasa, gaya penulisan,
daftar pustak dll. Satu hal yang harus ddtekankan adalah ttata cara pengutipan
langsung dan tidak langsung kesalahannya dapat mengantarkan kita pada
plagiarisme. Kutipan karya orang lain kedalam tulisan kita terbagi menjadi dua
kutipan langsung & kutipan tidak langsung.


